Entah karena tidur terlambat atau bangun terlalu awal, pagi ini terasa dingin. Meriang, menggigil. Ada kerinduan terselip, menyesap lirih menambah pedih yang harus kurasa. Rindu itu milikku, tertujukan kepada dua seniman dengan karya-karya yang selalu berhasil menggetarkan hati. Rindu itu untuk mereka: Banda Neira. Tiap kali mendengar untaian lirik yang terbungkus dalam petikan gitar Ananda Badudu dan suara magis Rara Sekar, selalu ada harap yang diam-diam terucap dalam hati: semoga suatu saat nanti aku bisa melihat mereka berkumpul lagi. Sekedar melepaskan kerinduan: antara mereka, dipersembahkan untukkami. Sampai masa itu tiba, cukuplah batin ini selalu membisik, " Terima kasih, Banda Neira. "